DAlihnya itu,
membuatku seperti ini...
Dia
ngga peduli dengan air mataku,
yang tak bisa berhenti menetes ini...
Dia
hanya peduli dengan rencananya itu...
Rencana untuk masa depannya,
memang, bukan hanya aku yang dikorbankannya
tapi pekerjaanya dan juga dia rela membohongi dirinya, begitu katanya
tapi,
aku
ngga
ada
aku ngga ada dalam daftar masa depannya
aku bukan bagian dari rencananya.
aku ditinggalkan bukan karena seseorang yang lain
tapi, seharusnya aku bisa
menerima ini semua
Sama seperti halnya dia yang ngga bisa kupaksa,
aku
juga
sulit untuk dipaksa untuk berhenti menitikkan air mata ini,
aku ngga bisa ngendali'in ini,
tolong jangan paksa aku untuk melumpuhkan ini,
Sebenernya aku hanya ingin menghentikan semua kesedihan ini,
aku sudah mencobanya
tapi
aku ngga bisa
jangan paksa aku seperti itu lagi
aku ngga bisa!
Dia hanya ngga tau
bagaimana rasanya jadi aku
Dia ngga tau kalo "cara" untuk mencapai tujuan baiknya itu,
ternyata menyayat hati ini
Ervinda... :(
BalasHapus:)
BalasHapus